PERSEPSI GURU BAHASA INDONESIA TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA GAUL DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam persepsiguru Bahasa Indonesia terhadap penggunaan bahasa gaul dalampembelajaran di kelas serta implikasinya terhadap efektivitas prosespendidikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengandukungan data kuantitatif sederhana. Data diperoleh dari hasil surveiUniversitas Pendidikan Indonesia (2023), laporan KementerianPendidikan dan Kebudayaan (2022), serta berbagai sumber literaturilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsiguru terbagi menjadi dua kecenderungan utama. Sebanyak 42% gurumemandang bahasa gaul secara positif karena dianggap mampumeningkatkan motivasi belajar, kreativitas, serta kedekatan emosionalantara guru dan siswa. Di sisi lain, sebanyak 58% guru memandangbahasa gaul secara negatif karena berpotensi menurunkan kemampuanpenggunaan bahasa baku, menimbulkan ketidakseragaman makna,serta menghambat pemahaman terhadap karya sastra formal. Selainitu, faktor usia guru turut memengaruhi persepsi, di mana guru yanglebih muda cenderung lebih terbuka dan adaptif dibandingkan guruyang lebih senior. Untuk mengatasi perbedaan tersebut, penelitian inimerekomendasikan penerapan strategi integratif atau hybrid, sepertipenggunaan zona bilingual dan analisis kritis bahasa. Dengan demikian,bahasa gaul dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukungpembelajaran tanpa mengabaikan standar kebahasaan yang berlaku..
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

